Rabu, 30 November 2016

DUA BAHALWAN YANG SELALU DIKENANG DI AL-IRSYAD

Oleh : Washil Bahalwan

Penulis menyampaikan terimakasih kepada para pihak yang telah meluangkan waktu dan kesempatan untuk mencernak tulisan seputar Bahalwan. Semoga diantara kita semakin bertambah wawasan yang pada akhirnya kita menjadi lebih bijak dalam melihat suatu persoalan. Pada kesempatan ini izinkanlah penulis menyampaikan alasan dan latar belakang menulis seputar Bahalwan dari berbagai sisi.,Hal ini bukan bermaksud untuk menonjolkan peran atau riya’ Bahalwan, Akan tetapi semata-mata lebih disebabkan karena tanggungjawab sejarah dan pesan moral untuk menyampaikan kepada Bahalwan junior khususnya maupun generasi muda Irsyadiyyin pada umumnya. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu kelemahan kita dan ormas Islam adalah lemah dalam penulisan sejarah serta pendokumentasiannya. Nah,agar hal  itu tidak terjadi khususnya di keluarga Bahalwan,maka penulis memberanikan diri untuk membuat tulisan seputar Bahalwan. Dengan satu harapan generasi mendatang mendapatkan informasi yang benar tentang sejarah keluarganya termasuk juga bagi Irsyadiyyin akan mendapatkan gambaran yang utuh akan sejarah dan sepak terjang Al-Irsyad di Indonesia khususnya di Surabaya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kepada semua pihak untuk memulai menulis,minimal tentang silsilah keluarganya masing-masing. Penulis sangat berterimakasih kepada para pihak yang telah memberikan informasi tentang keluarga Bahalwan dari berbagai aspek. Semoga apa yang para pihak lakukan menjadi bagian dari amal jariah dan Ridho Allah SWT yang selalu kita harapkan. . 

Kali ini,penulis mengangkat DUA BAHALWAN dalam bidang pendidikan. Adapun yang dimaksud dengan dua Bahalwan dalam bidang pendidikan adalah Ustd.ABDURRAHMAN BAHALWAN yang kebetulan bersaudara dengan penulis sedang Ustd.AHMAD BAHALWAN sebagai saudara misan.

Kiprah Ustd.Abdurrahman Bahalwan dan Ustd.Ahmad Bahalwan dalam dunia pendidikan di sekolah Al-Irsyad Surabaya tidak dapat dilupakan. Karena pada saat itu pendidikan di Al-Irsyad masih dalam mencari bentuk dan dalam masa sulit yaitu penjajahan, sehingga sedikit sekali orang yang mau mengabdi dalam dunia pendidikan.

Ustadz Ahmad Bahalwan

Sekolah Al-Irsyad Surabaya tahun 1935. Pengurus Yayasan, Dewan Guru dan Pandu berfoto dengan tamu dari Saudi Arabia. Nampak ketua yayasan Al-Irsyad Surabaya, Rubaya’ Bin Thalib (bersurban dan berjenggot putih), 4 baris dari kanan. Di sekolah Al Irsyad Surabaya inilah Ustadz Ahmad Bahalwan dan Ustadz Abdurrahman Bahalwan mengajar sebagai guru Madrasah Al Irsyad.

Ustd. Ahmad Bahalwan mulai mengajar di sekolah Al-Irsyad Surabaya tahun 1935,tak lama kemudian beliau pindah tugas ke Sulawesi Utara .Pada tahun 1942,ustd.Ahmad Bahalwan pulang dari tugas di Sulawesi Utara dan tinggal bersama abanya ( Salim Bahalwan ) dan saudaranya yang bernama AbdulKadir Bahalwan di Bangil-Pasuruan.Dan pada tahun itu pula ( 1942 ),ustd.Ahmad Bahalwan melanjutkan tugas pengabdiannya sebagai guru di Al-Irsyad Banyuwangi.Selepas dari Banyuwangi ustd.Ahmad Bahalwan pindah tugas ke Jakarta tahun 1956 dan bekerja  di Departemen Agama RI Jakarta.

Kenangan penulis terhadap ustd. Ahmad Bahalwan sangat banyak dan mengesankan serta banyak pelajaran yang dapat diambil dari sepak terjang beliau. Kenangan tersebut,diantaranya adalah suatu ketika,saat penulis pergi ke Banyuwangi tahun 1993 dan bertemu dengan jama’ah di sana ( Banyuwangi ). Mereka bertanya kepada saya ( karena marganya sama Bahalwan ). Apakah atum ada hubungan keluarga dengan ustd.Ahmad Bahalwan ? Maka saya jawab,ada hubungan, yaitu sebagai saudara misan. Mereka terkesan dengan sikap tawadhu’dan rendah diri serta sangat menghargai murid-muridnya. Sehingga murid-muridnya senang dan selalu ingat apa nasihat yang pernah disampaikan oleh ustd. Ahmad. Beberapa murid beliau diantaranya adalah keluarga istri saya sendiri yaitu Ami Awad Abdat dan Mochammad Abdat.

 Begitu pula,ketika penulis pergi ke Singaraja-Bali tahun 1994 dan bertemu dengan jama’ah di sana (Singaraja). Mereka bertanya dengan pertanyaan yang sama dan saya jawab. Ya.saya ada hubungan dengan ustd.Ahmad yaitu sebagai saudara misan.Ternyata banyak murid-murid ustd.Ahmad Bahalwan yang di Banyuwangi pindah ke Singaraja-Bali,ada yang melanjutkan sekolah dan ada pula yang bekerja. Namun yang perlu diingat dari sebagian besar muridnya sangat terkesan dengan kepribadian ustd.Ahmad yang enak diajak tukar pikiran dan wawasan ke-Islamannya sangat luas. Tentang kiprah ustd.Ahmad Bahalwan dalam pendidikan di Al-Irsyad,juga dibenarkan oleh salah seorang fungsionaris Al-Irsyad Jatim yang tinggal di Surabaya,Helmi Gana’,mengatakan bahwa ustd.Ahmad Bahalwan pernah bertugas dan ikut berjuang dengan menjadi guru di Al-Irsyad Surabaya.

Ketika penulis masih kecil,pernah bertemu dengan ustd.Ahmad Bahalwan,sekitar tahun 1973-1975. Dan bertemu kembali tahun 1985 saat ada acara keluarga yaitu pernikahan keluarga antara Taufiq Bin Ali Bahalwan dengan Dora Binti Abdul Kadir Bahalwan yang berlangsung di rumah Fadhil Bahalwan di jl. Mulyorejo Tengah Surabaya pada tanggal 4 Agustus 1985.Dari dulu ustd.Ahmad Bahalwan selalu menjaga penampilan. Pakaian yang dikenakan rapi dan necis. Ini menunjukkan bahwa beliau orangnya disiplin,tegas dan teguh memegang prinsip.Disamping itu orangnya memang gagah dan berwibawa.Ustd.Ahmad Bahalwan dikaruniai tujuh orang anak yaitu  Nobel, Nizar, Fauzi, Faisal, Effah, Faiqoh dan Nikmah. Dari ketujuh anaknya, itu penulis pernah ketemu dengan Fauzi (sekarang tinggal di Jakarta) pada acara keluarga, yaitu pernikahan anaknya Dhorifah Binti Awad Bahalwan di Gedung Serba Guna Mapolda Jatim Jl. Ahmad Yani Surabaya, kira-kira 5 tahun yang lalu.

Guru dan Murid Al Irsyad Banyuwangi Tahun 1942 Ustad Ahmad Bahalwan (belakang pakai peci abu-abu).
 Murid Al Irsyad Banyuwangi Tahun 1942  Ustad Ahmad Bahalwan (paling kiri pakai jas putih).
 Ustadz Ahmad Bahalwan di ruang kerja kantor Departemen Agama Depok, Jakarta.
Dan berikut ini adalah kenangan penulis pada ustd.Abdurrahman Bahalwan.Beliau merupakan orang yang cerdas dan kutu buku.Teori pendidikannya diperoleh melalui otodidak dan belajar dari pristiwa ke peristiwa. Beliau beranggapan bahwa pengalaman,situasi dan kondisi merupakan guru dan pelajaran yang sangat berharga. Maka tidaklah heran,kiprah ustd.Abdurrahman Bahalwan di sekolah Al-Irsyad tidak dapat diragukan lagi.Seperti yang juga ditulis oleh anaknya ( Aziez Bahalwan ) dalam biografinya yang berjudul “ Antara Doa,Cita-Cita dan harapan,Melodi Perjalanan Abdul Aziez Bahalwan”. Aziez mengatakan bahwa,abaku orangnya dalam mendidik tidak langsung memberi tahu tentang suatu konsep.Akan tetapi anaknya disuruh mencari sendiri. Aba hanya memberi poin-poin kunci untuk dicari dan dikembangkan sendiri.  
Disamping itu ustd.Abdurrahman Bahalwan,juga sangat peduli terhadap pendidikan anak-anaknya.Menurut beliau,pendidikan merupakan hal utama dan pertama yang harus dipersiapkan dengan matang dalam keluarga. Karena menurut beliau apabila anda ingin sukses dalam hidup,maka anda harus berilmu.Dan untuk mendapatkan ilmu harus diperoleh melaluai pendidikan. Kebanyakan murid-murid ustd.Abdurrahman Bahalwan senang dikarenakan dalam mengajar,beliau lebih memberi ruang kepada murid-muridnya untuk mengembangkan kemerdekaan berpikir.Sehingga murid-muridnya merasa lebih tertantang untuk terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencari,menemukan mengidentifikasi  dan memecahkan persoalan yang sedang dibahas/dihadapi.

Berikut adalah komentar dari murid dan sahabat beliau yang disampaikan pada penulis.

Hasan Jabbal. Dalam berbagai kesempatan,ketika bertemu dengan penulis mengatakan bahwa,abangmu ( ustd.Abdurrahman ) tidak hanya seorang guru,akan tetapi ia juga menguasasi ilmu astronomi ( perbintangan ).Setiap tanggal 21 Maret,murid-murid sekolah Al-Irsyad Surabaya dikumpulkan di lapangan sekolah sehabis Isya’. Tujuannya adalah untuk melihat anekaragam bintang yang bertebaran di langit.Pada saat itu abangmu,menjelaskan satu-persatu bintang yang ada pada murid-muridnya.Termasuk kapan bintang itu muncul trus pertanda apa bagi masyarakat sekitar.( petani misalnya ). Disamping itu abangmu juga menerangkan dari sudut agama,yaitu tentang kebesaran Allah SWT. Sehingga murid-muridnya senang,riang gembira dalam menerima pelajaran,karena metode yang dipakai rekreatif dan mengena.Para muridnya tidak hanya paham tentang ilmu perbintangan,tetapi lebih dari itu semakin bertambah keimanannya kepada Allah SWT.

Abdul Aziez Baya’sud (Aziez Rawon Jakarta). Pada mulanya  Aziez rawon,biasa disebut bertanya kepada penulis.Apakah kamu ada hubungan keluarga dengan ustd.Abdurrahman Bahalwan ?. Saya jawab,ya saya adiknya. Trus dia bercerita tentang ustd.Abdurrahman Bahalwan.Dalam mengajar,abangmu sudah maju dibanding pada jamannya. Artinya mengajarnya enak,tidak membosankan dan tidak menakutkan.Tetapi murid-muridnya  malah segan dan hormat sama beliau. Dalam mengajar banyak menyampaikan teori-teori serta kejadian sehari-hari yang ada di sekitar kita. Trus dihubungkan dengan materi yang sedang diajarkan.Para muridnya diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mencari sendiri tentang suatu persoalan.Kemudian apabila ada persoalan,baru ustd.Abdurrahman yang membenarkan.Jadi kebebasan berekspresi muridnya sangat dikembangkan dan dihargai. Dan pada akhir materi pelajaran,ustd.Abdurrahman Bahalwan selalu memberikan semangat dan motivasi kepada murid-muridnya,agar senantiasa belajar dan berusaha semaksimal mungkin. Kata Ajis rawon untuk abangmu,saya tidak ada komentar lain,kecuali satu kalimat saja,ustd. Abdurrahman Bahalwan memang luar biasa.

Yang menggelitik penulis adalah,kenapa Abdul Aziez Baya’sud dijuluki AJIS RAWON ? Akhirnya penulis mencoba mencari informasi,salah satunya dari Mohammad Bahmid.  Abdul Ajis Baya’sud pernah bekerja di Saudi Arabia dengan membuka usaha” WARUNG NASI RAWON.Ajis bekerja di Saudi mulai tahun 1964 -1980.Rawonnya sangat enak,rasanya sedap dan dagingnya empuk. Sehingga rawon Ajis tidak hanya disukai jamaah dari Indonesia,akan tetapi jamaah dari luar negeri juga senang dengan rawon Ajis. Hampir setiap jamaah yang pergi ke Saudi,maka rawon Ajis menjadi jujugan untuk wisata kuliner. Dan sejak saat itulah dan itu sudah menjadi kebiasaan di kalangan jamaah,untuk menambah keakraban,maka Abdul Aziez Baya’sud selanjutnya mendapat julukan AJIS RAWON. Ajis kecil memang bukan asli arek Suroboyo,ia pendatang dari Tuban dan sekolah di Al-Irsyad Surabaya mulai tahun 1948 dan tinggal di Kalimas Madya III ( Noer Bait ) Surabaya. .Sekarang umur Ajis sudah 80 tahun,namun kondisinya kurang sehat.Tetapi ketika penulis mengontaknya untuk mendapatkan informasi tambahan tentang ustd.Abdurrahman ahalwan,dia bersemangat untuk bercerita tentang gurunya yang sangat dicintai itu., Sekarang Ajis rawon tinggal di Jl. Condet Batu Kambang Jakarta Timur. Dia mempunyai 6 orang anak.Penulis berdoa agar kesehatannya segera pulih dan dapat bercengkeramah kembali.

Awad Ubaid. Pola hidup,cara berpikir,kesederhanaannya dan sangat menghargai muridnya. Ustd.Awad Ubaid banyak dipengaruhi oleh ustd.Abdurrahman Bahalwan.Kebetulan ustd.Awad Ubaid disamping sebagai gurunya penulis juga tetangga dekat.Jadi sering diberbagai kesempatan ustd.Awad Ubaid bercerita tentang abangku ( ustd.Abdurrahman Bahalwan ).

Helmi Gana’. Satu hal yang tidak dapat dilupakan oleh Bang Helmi,demikian biasa disebut mengatakan pada penulis.Dalam sebuah kesempatan abangmu,ustd.Abdurrahman Bahalwan bertanya kepada saya, siapa namamu? Dan saya jawab ana,Helmi Gana’.Setelah itu beliau menjelaskan,kata Gana’ itu berasal dari bahasa Arab yaitu AL-QONA’A yang artinya menerima apa adanya. Dari cara menjelaskan yang gampang dicernak dan dengan bahasa yang mudah dipahami serta pembawaannya yang bersahaja itulah yang membuat saya kagum pada abangmu.Menurut Bang Helmi,wawasan ustd.Abdurrahman Bahalwan kususnya tentang sastra Arab sangat luas.Dan sejak saat itulah saya terkesan dan tidak akan lupa dengan beliau.

Rata-rata para muridnya mengagumi kepribadian beliau,cara mengajar, wawasan keilmuannya luas serta mampu membangkitkan semangat para murid untuk terus berjuang dan maju.

Sahabat beliau, Ahmad Bin Abdul Karim Attamimi (Bang Amak ). Pernah bercerita pada penulis,salah seorang pengajar di sekolah Al-Irsyad Surabaya yang berasal dari Kuwait,Ustd.Mahmud Al-Ayyubi,sangat sayang dan bangga dengan ustd.Abdurrahman Bahalwan,karena kepandaiannya khususnya penguasaan sastra Arab yang luar biasa.Ketika tugas pengabdian ustd.Mahmud Al-Ayyubi berakhir di Al-Irsyad Surabaya dan bermaksud kembali ke Kuwait,ustd Mahmud Al-Ayyubi hendak mengajak ustd.Abdurrahman Bahalwan ke Kuwait.Agar penguasaan sastra Arabnya dapat berkembang lebih baik lagi serta  mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Akan tetapi dengan berbagai pertimbangan termasuk keluarga ,akhirnya ,ustd.Abdurrahman memilih untuk tetap tinggal di Surabaya dan melanjutkan tugas pengabdiannya di Al-Irsyad Surabaya. Dari sisi ini penulis mendapatkan palajaran berharga,yaitu dalam mengambil keputusan harus dilakukan dengan cermat,hati yang jernih serta mempertimbangkan berbagai aspek,baru keputusan diambil.. Tentang hal ini,setelah saya sampaikan pada bang Helmi atau mimi biasa panggilan dalam keluarga ( kira-kira 4 bulan sebelum meninggal ),dan abang saya itu membenarkan cerita saya. Dan menurut informasi ternyata ustd.Mahmud Al-Ayyubi setelah kembali ke Kuwait.beliau ikut berjuang. Karena pada saat itu Kuwait sedang berperang melawan Inggris. Karena dedikasi dan perjuangannya yang luar biasa untuk mempertahankan Kuwait dari serangan Inggris,maka oleh pemerintah Kuwait, ustd.Mahmud Al-Ayyubi dianugerahi Pahlawan Nasional.Dan sebagai wujud kecintaannya pada Indonesia, ustd.Mahmud Al-Ayyubi juga mendirikan sekolah”Qiroatul Qur’an di Pasuruan Jawa Timur.


Sahabat beliau, ustd.Abdullah Yahya Baya’syud. Abangmu itu orang yang JENIUS.Kenapa saya katakan jenius.Ketika ada tes Angkatan Laut ( AL ) .Abangmu beserta teman-temannya ikut tes. Dan ternyata yang diterima hanya abangmu ( ustd.Abdurrahman Bahalwan ) saja.Saat itu abanya ( Zein Abdurrahman Bahalwan ) setuju,tetapi ibunya tidak menyetujui.Maka akhirnya abangmu tidak jadi masuk angkatan laut.

Sahabat beliau yang lainnya adalah Ustd. Ali Hadadi, Ustd. Sholeh Suweleh, HM.Rosyidi yang juga aktivis di organisasi Muhammadiyah serta masih banyak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Hampir sahabaatnya,senang berkawan dengan ustd.Abdurrahman Bahalwan. Orangnya enak diajak bicara,tidak membeda-bedakan dan sangat menghormati dan menghargai orang lain.

Dari komentar para murid dan sahabat beliau,dapat penulis tambahkan,ternyata ustd Ahmad Bahalwan dan ustd Abdurrahman Bahalwan,bukan hanya sekedar guru biasa,tetapi guru yang dapat dijadikan panutan oleh murid-muridnya. Dan bahkan untuk ustd Abdurrahman Bahalwan sangat menguasai sastra Arab dengan baik. Sehingga beliau dipercaya mengajar di Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Sunan Ampel Surabaya..Disamping itu beliau ( ustd. Abdurrahman Bahalwan ) juga banyak menggubah lagu-lagu bernuansa Arab.Termasuk MARS AL-RSYAD. Kiprah DUA Bahalwan dalam dunia pendidikan Al-Irsyad sangat luar biasa.Menjadi tanggungjawab Bahalwan junior untuk terus meneladani dan mengaplikasikan jiwa dan semangat DUA BAHALWAN dalam kehidupan sehari-hari. Kami, penulis dan keluarga selalu berdoa,agar apa yang telah beliau berdua lakukan untuk junior dan Al-Irsyad menjadi bagian dari amal jariah dan mendapat Ridho Allah SWT,Dan semoga kami diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah SWT untuk mewujudkan cita-cita beliau yang belum tercapai.

DUA BAHALWAN, Ustadz Abdurrahman Bahalwan dan ustd.Ahmad Bahalwan.Acara pernikahan Taufiq Bin Ali Bahalwan dengan Dora Binti Abdul Kadir Bahalwan. Acara berlangsung di rumah Fadhil Bahalwan,Mulyorejo Tengah Surabaya tanggal 4 Agustus 1985.Bertindak sebagai wali dari mempelai perempuan sekaligus yang menikahkan adalah ustd.Abdurrahman Bahalwan.


Pelaksanaan Akad Nikah Taufiq Bahalwan dengan Dora Bahalwan. Ustadz Abdurrahman bin Zen Bahalwan sebagai wali mempelai perempuan sekaligus yang menikahkan.                 

Mari kita songsong masa depan dengan jiwa dan semangat DUA BAHALWAN. Semoga Allah SWT memudahkan niat baik kita untuk menjadi generasi yang lebih baik yaitu generasi sholeh-sholehah yang siap hidup di zamannya dengan tetap berpegang teguh pada Alqur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.                       

SEJARAH BAHALWAN - NOVAL BAHALWAN DAN PANDU AL IRSYAD SURABAYA

Oleh : Washil Bahalwan




Sebenarnya keberadaan Pramuka di lingkungan Al-Irsyad Surabaya telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak masih bernama Pandu. Dan salah satu tokoh yang tidak bisa kita lupakan adalah Bapak Abdul Kadir Banaimun karena beliaulah yang meletakkan dasar-dasar pendidikan kepanduan di Al-Irsyad Surabaya. Baru pada tanggal 14 Agustus 1961, seiring dengan dibubarkannya kepanduan oleh Presiden Soekarno dan diganti dengan Pramuka, maka Pramuka Al-Irsyad Surabaya secara resmi berdiri. Kemudian pada tahun 1963 dibentuklah Korps Musik yang waktu itu bernama Genderang Suling Pramuka Al-Irsyad Surabaya dan inilah cikal bakal keberadaan Drum Band di Al-Irsyad Surabaya. Seperti yang pernah penulis ketahui bahwa saudaraku Noval Zain Bahalwan atau biasa dipanggil Om Pak dalam lingkungan keluarga juga aktif di Pandu dan Drum Band Al-Irsyad Surabaya. Pada saat itu Noval Zain (Om Pak) pegang SERULING BAMBU yang menjadi identitas khusus dari Drum Band Al-Irsyad Surabaya.

Pada masa itu Drum Band Al-Irsyad Surabaya telah banyak mengikuti kejuaraan dan Alhamdulillah sering mendapatkan juara. Sehingga ketika berlangsungnya KONFERENSI ISLAM ASIA AFRIKA (KIAA) tahun 1964 di Bandung, Drum Band Al-Irsyad Surabaya mendapat kehormatan untuk tampil di hadapan Presiden Soekarno dan peserta Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA). Hal yang lebih membanggakan lagi ternyata Drum Band Al-Irsyad Surabaya menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang tampil dalam KIAA tersebut. Dengan membawakan beberapa lagu diantaranya adalah Mars Al-Irsyad dan lagu-lagu perjuangan lainnya. Dengan komando dari Drum Major saat itu, Aunillah Alkatiri (sekarang menjadi Da'i) dan Abu Bakar Alamudi, Drum Band Al-Irsyad Surabaya saat itu tampil memukau dan mampu menghipnotis peserta KIAA, sehingga di akhir tampil mendapat tepuk tangan yang meriah dari peserta KIAA. Dan itulah moment yang tidak pernah dilupakan oleh anggota tim Drum Band Al-Irsyad Surabaya. Dari sekian banyak pemain Drum Band Al-Irsyad Surabaya, yang sering berinteraksi dengan penulis adalah : Abdullah bin Hadi bin Thalib (Ami Dolah Kamal Madura) pegang snar dram, Aziz Allan (pegang trompet), Kak Fauzi Bamahfud - Gresik (pegang trompet), dan Hisyam Alamudi (Malang) pegang snar dram.

Kemudian pada tahun 1965 ketika terjadi peristiwa G 30 S/PKI maka praktis seluruh kegiatan Pramuka dan Drum Band di Al-Irsyad Surabaya mengalami kevakuman. Hal ini berlangsung sampai tahun 1969 ketika diadakannya PON VII di Surabaya, dimana Drum Band Pramuka Al-Irsyad Surabaya kembali tampil untuk mengawal api dan bendera PON yang memasuki Surabaya.

Suasana berlangsungnya Kongres Pandu Al-Irsyad Surabaya tahun 1955 di Mabes Pandu, Jl.Danakarya 46 Surabaya.   


Lokasi : diluar Sekolah Al-Irsyad Surabaya, Jl. Danakarya no. 46, tahun 1955. Pawai akan dimulai seusai Kongres Pandu Al-Irsyad Surabaya.

Lokasi : Hotel Kemajuan Jl. KHM. Mansyur, Surabaya. Noval (Om Pak) Bahalwan bergabung dengan barisan seruling bambu Drum Band Al-Irsyad Surabaya tahun 1955.

 Noval (Om Pak) Bahalwan dan tim Drum Band Al-Irsyad saat pawai di Jl. Pahlawan Surabaya tahun 1955.                
     
Dan pada kesempatan lain, pada saat berlangsungnya Muktamar Al-Irsyad ke-35 di Surabaya tepatnya bulan Desember 1990, Noval (Om Pak) Bahalwan ditunjuk menjadi panitia Muktamar, karena posisi beliau sebagai jurnalis di Harian “POS KOTA”. Maka dalam kepanitiaan Muktamar beliau ditunjuk sebagai koordinator liputan. Salah satu tugasnya adalah mengoordinasi berbagai liputan baik untuk media cetak maupun media elektronik, sedangkan pada saat itu penulis juga menjadi panitia di bagian kesekretariatan. Banyak pelajaran yang dapat penulis ambil, salah satunya adalah bagaimana mensinergikan dan mengakomodasikan berbagai kegiatan dalam Muktamar agar dapat berjalan dengan lancar.

Akhirnya, dari berbagai keterlibatan keluarga Bahalwan di Al-Irsyad dari dulu sampai sekarang, dapat penulis simpulkan bahwa sebuah organisasi apabila ingin eksis dan menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa, maka hal yang tidak boleh dilupakan adalah ketertiban dalam menata organisasi termasuk pengarsipan dan pendokumentasian seluruh kegiatan. Dan itu sangat disadari betul oleh penulis, agar generasi penerus tidak melupakan sejarah dan bagi para pendahulu ada kewajiban moral untuk menceritakan sejarah kepada juniornya.

*Tulisan diatas disarikan dari Buku Kenangan Malam Reuni Akbar Gudep 77 & Drumband Pramuka Al-Irsyad Surabaya dan juga pengalaman pribadi sebagai bagian dari Tim Drumband Al-Irsyad dalam berbagai kejuaraan.

SEJARAH BAHALWAN - SISI LAIN ABDUL AZIEZ BAHALWAN (Dari Pramuka Menjadi Pengusaha Sukses)

Oleh : Washil Bahalwan

Pada komentar kali ini, saya lebih membahas pribadi Aziez sebagai seseorang yang suka berorganisasi dan mencoba tantangan untuk kematangan kepribadian di masa datang. Komentar saya dimulai saat Aziez kecil menempuh pendidikan di jenjang SD Al-Irsyad Surabaya. Salah satu bukti bahwa Aziez adalah pribadi yang familiar dan suka bergaul dengan segala lapisan masyarakat tanpa membedakan ras dan golongan yakni ia berkawan dengan salah seorang yang beretnis Madura, bernama Saru’i. Saru’i ini adalah anak dari penjaga sekolah Al-Irsyad yang bernama Bapak Nuri atau yang biasa dipanggil Pak Jo.

Kebetulan penulis, Aziez dan Saru’i adalah teman organisasi yang juga ikut dalam kegiatan pramuka dan drum band. Pramuka dan Drum band adalah salah satu ekstrakurikuler yang sangat membentuk kepribadian penulis juga kepribadian Aziez. Karena dalam pramuka kita diajarkan banyak hal, mulai dari kemandirian, kerjasama, tanggungjawab, rela berkorban, saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Aziez sangat antusias dalam mengikuti pawai dalam rangka Hari Pramuka tanggal 14 Agustus 1974 di Jakarta. Karena menurut Aziez melalui pawai pramuka tingkat nasional tersebut dapat membuka cakrawala berpikir sekaligus wahana silaturrahim antar pramuka untuk menyongsong kehidupan mendatang yang lebih optimis.

Berbicara pramuka di Al-Irsyad Surabaya, kita tidak dapat melepaskan dari jasa dan penghormatan kepada para kakak pembina yang sangat telaten, sabar, dan penuh semangat terus menanamkan semangat serta jiwa pramuka dalam lubuk hati anggota. Salah satu diantara kakak-kakak pembina yang tidak dapat dilupakan jasa dan pengabdiannya adalah kak Abdulkadir banaimun , kak Aziz Allan, kak Fauzi Bamahfud, kak Adi Zakin, kak Ahmad Ba Amir, dan kak Hamid Bobsaid. Terima kasih kepada kakak pembina, semoga pengabdian dan amal kebaikan yang telah tertanam pada jiwa kami mendapat balasan dan pahala dari Allah SWT. Terima kasih para kakak pembina, atas jasa perjuangan kalianlah sehingga terbentuk kepribadian kami seperti sekarang ini, yakni menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan peduli pada sesama.
Muncul pertanyaan besar, mengapa keberadaan pramuka dahulu dan sekarang (khususnya di Al-Irsyad Surabaya) sangat jauh berbeda ? Ada banyak hal yang membuat perbedaan pramuka dahulu dan sekarang, diantaranya adalah tantangan dan aneka hiburan dahulu dan sekarang sangat jauh berbeda. Dahulu berkumpul untuk mengikuti kegiatan pramuka menjadi hiburan tersendiri disamping memang hobi. Sedangkan, sekarang hiburan sangat banyak dan beraneka ragam. Namun demikian, menurut penulis dan juga anggota pramuka tempo dulu, kegiatan pramuka masih sangat relevan dan perlu terus berinovasi untuk menyesuaikan dengan tantangan zaman. Ingat, melalui pramuka dapat ditangkal berbagai pengaruh negatif (narkoba,miras,tawuran dll). Dan pengaruh pramuka itu sangat betul dirasakan manfaatnya oleh Aziez. Hal itu bukan hanya mempengaruhi pada saat dia sekolah dan kuliah, termasuk memasuki dunia kerja dan bahkan membina dan mendidik keluarga dan anak-anaknya.

Banyak peristiwa yang berkesan bagi Aziez dalam pramuka, salah satunya pramuka Al-Irsyad Surabaya terlibat langsung dalam menangani konflik antar etnis di Indonesia dengan ikut merawat orang sakit akibat konflik dengan dibantu oleh dr. Biron dan ami Ali Bahalwan. Perasaan senang dan bangga jadi satu, karena untuk pertama kalinya pramuka Al-Irsyad Surabaya ikut merawat orang sakit.

Disamping Aziez ikut pramuka, dia juga aktif dalam Drum band Pramuka Al-Irsyad Surabaya. Salah satu moment yang tidak dapat dilupakan Aziez adalah ketika dia terpilih menjadi anggota Drum band Al-Irsyad yang mengikuti Kejurda Jatim tahun 1979 yang tampil di Gelora 10 Nopember Surabaya. Dia memegang snar drum. Terlihat tampan bersahaja, dia berjalan mengikuti irama musik Drum band. Dan pada saat itu penulis mensupport dengan menjadi penonton setia.

Perasaan penulis dan Aziez hampir sama. Kita berpikiran bahwa seorang manusia tidak hanya perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan semata. Akan tetapi, seiring dengan tantangan dan problematika kehidupan yang semakin komplek, maka bekal ketrampilan, kematangan berpikir mutlak diperlukan dan itu semua dapat diperoleh ketika kita aktif dalam pramuka dan drum band. Oleh karena itu, beruntunglah kami yang mengisi hari-harinya di waktu kecil dulu dengan aktif di pramuka dan drum band. Penulis dan Aziez serta penggiat pramuka tempo dulu, sangat berharap pramuka dan drum band di Al-Irsyad surabaya tetap eksis dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya pembentukan karakter yang mandiri, tanggungjawab, rela berkorban dan peduli pada sesama dengan tetap memperhatikan aturan-aturan yang berlaku. Kelemahan mendasar pasukan drum band Al-Irsyad adalah dalam baris-berbaris. Akan tetapi dengan semangat pantang menyerah dan keinginan memberikan prestasi terbaik buat Al-Irsyad, kelemahan tersebut diatasi dengan latihan rutin dan terus mengevaluasi diri. Terima kasih para pelatihku, engkau memang pelatih hebat dan jempolan.

Aziez memberikan sebuah inspirasi kepada penulis dan juga untuk orang lain. Kamu mampu menjadi pelita keluarga dan pelecut semangat untuk menatap masa depan bagi Bahalwan-Bahalwan lainnya. Kau pribadi kecil yang hidup dalam keprihatinan, saat remaja kau isi dengan aktifitas positif. Kuliah kau lalui dengan penuh pengorbanan dan Alhamdulilah kamu mampu bekerja dengan baik. Baik saat bekerja di perusahaan orang lain, atau saat kamu mendirikan perusahaan sendiri. Hal yang tidak pernah berubah dari Aziez dari kecil sampai sekarang adalah dia bergaul dengan setiap orang dengan tidak mengenal etnis, menjauhkan dari berkonflik dan bahkan ingin menjadi ujung dari konflik, menghargai dan menghormati serta semangat berbagi pada sesama.

Pada akhirnya penulis mengucapkan selamat dan sukses kepada Aziez Bahalwan. Teruskan garis perjuanganmu dengan menjadikan agama sebagai landasan dalam bergerak dan beraktivitas. Pesan penulis pada Aziez yang belum selesai dalam merangkai puzzle menjadi bingkai gambar yang sempurna adalah :
Terhadap kondisi sekarang ini, perbanyaklah bersyukur kepada Allah SWT.Ternyata apa yang menjadi cita-citamu sejak kecil dulu sudah terwujud. Ingat saudaraku,hal itu semua (keberhasilan dan kesuksesan kamu) tidak datang dengan sendirinya, melainkan karena doa kedua orang tuamu yang dipanjatkan baik siang maupun malam. Semoga kedua orang tuamu dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam surga-Nya karena telah menjadikanmu anak yang hidayah, yang berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsa. Aamiin.                       

Berikut Album Foto Kenangan yang menunjukkan Abdul Aziez Bahalwan berpartisipasi dalam Pramuka & Drum Band Al Irsyad Surabaya :

Lokasi : Al-Irsyad Surabaya, Tahun 1971. Regu Pramuka Gudep 77 sedang foto bersama dengan kakak pembina usai latihan. Aziez Bahalwan di tengah-tengah (jongkok), ujung kiri kak Ahmad Baamir, dan ujung kanan kak Hamid Bobsaid (ayahanda).
Lokasi : Al-Irsyad Surabaya, Tahun 1974. Penyambutan kedatangan tim regu Pramuka Gudep 77 Al-Irsyad Surabaya dalam rangka keikutsertaan PERPANITERA INTERNASIONAL (Pertemuan Penegak Se-Asia Pasifik) yang bertempat di Danau Beratan Bedugul - Bali. Kakak Pembina Gudep 77 (Aziz Allan) sedang memberi ucapan selamat. Dari kiri ke kanan : Faisal bin Thalib (Ketua regu), Saleh Basymeleh, Geys Alkhotib, Oscar Bobsaid, Aziez Bahalwan, dan Farhat Baisa (berjabat tangan).

Minggu, 20 November 2016

SEJARAH BAHALWAN - KOMENTAR BUKU YANG BERJUDUL “DOA, CINTA dan HARAPAN“ Melodi Perjalanan ABDUL AZIEZ BAHALWAN

Oleh : Washil Bahalwan


Dari kiri ke kanan : Ir. Abdul Aziez Bahalwan, Taufik Bahalwan, Himyar Bahalwan.Lc, Washil Bahalwan
Foto Kenangan saat menghadiri acara pernikahan Zakia (putri Tafif / Wardah Al - Katiri) di Ballroom Swiss-Belinn Manyar Surabaya pada tanggal 24 juni 2018

Ketika saya dikirimi buku biografi yang berisi perjalanan seorang Abdul Aziez Bahalwan, maka pertama yang saya ucapkan adalah terimakasih atas kirimannya. Dan ketika Aziez meminta saya untuk mengomentari buku tersebut, maka saya merasa tersanjung dan sangat mengapresiasi permintaan tersebut.
Mulailah saya membuka lembar demi lembar buku tersebut seraya ingatan saya tertuju pada waktu kecil dulu, tidak menyangka Aziez kecil dulu sekarang sukses dan mampu menginspirasi keluarga khususnya dan semoga masyarakat pada umumnya. Apa yang saya komentari, lebih didasarkan pada pertemanannya sebagai bagian dari keluarga dan intisari dari buku tersebut.

Untuk lebih mudahnya komentar saya akan saya bagi menjadi beberapa segmen, dengan harapan dapat mewakili dan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh saudaraku Aziez.
-    Aziez kecil lahir di Pasuruan Jawa Timur, tepatnya 3 September 1956. Sejak kecil Aziez sangat familiar,ia bergaul dengan semua anak tanpa membedakan etnis. Itulah salah satu yang membuat karakter Aziez menjadi manusia yang sangat menghormati,menghargai dan tidak meremehkan siapapun. Karena menurut dia manusia dalam kehidupannya banyak terbantu oleh manusia lainnya, maka sudah sewajarnya kalau kita saling berbagi.
Aziez kecil hidup dari keluarga sederhana, tetapi itu tidak menyurutkan cita-cita dia untuk kelak setelah dewasa menjadi orang yang sukses. Pendidikannya dilalui mulai dari bangku SD di Al-Irsyad Surabaya, SMPN 2 Surabaya, SMAN 6 Surabaya dan ITS (Elektro). Saat melalui bangku sekolah dilewati dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Sepulang sekolah Aziez membantu keluarga berjualan apapun yang penting mendapat uang untuk membantu keluarga dan memenuhi kebutuhan sekolah. Pembentukan karakter Aziez yang pantang menyerah dan suka berbagi tidak muncul begitu saja,melainkan dibentuk lewat kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Aziez kecil (saat di SD) sudah ikut pramuka dan Drum Band. Dan ternyata melalui kegiatan tersebut sangat mempengaruhi karakter Aziez dan itu terbawa sampai saat ini. Keluarga Bahalwan dari dahulu dan Insya Allah sampai kapanpun tetap eksis dengan Al-Irsyad. Salah satu sumbangsih keluarga bahalwan adalah Abahnya Aziez, karena sepak terjangnya di Al-Irsyad,untuk menghormati jasa-jasanya, maka saat Muktamar Al-Irsyad, panitia membuat perangko dengan gambar abahnya Aziez. Salah satu pesan abahnya adalah: “ jika kamu ingin berhasil di masyarakat, kamu harus berilmu “. Saya dan Aziez merasa beruntung lahir dari garis keluarga Bahalwan, bukan bermaksud narsis atau ujub,tetapi keluarga Bahalwan turut andil dalam sejarah perjalanan bangsa ini (Indonesia) yaitu dibuatkannya Anggaran dasar “Serikat Islam, salah satu organisasi perjuangan Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan ternyata anggaran dasar tersebut dibuat di rumah keluarga Bahalwan. Makanya tidak heran jika kakek buyut kita sangat dekat dengan Cokroaminoto (salah satu pahlawan nasional).
Salah satu yang membedakan Aziez dengan anak keturunan Arab lainnya adalah model pendidikan yang diberikan oleh orang tua kita, yang memberi ruang untuk berpikir,mencoba mencari,menemukan dan menyimpulkan sendiri apa persoalan yang dihadapi. Model pendidikan orang tua sangat membekas pada Aziez dan itu sangat berpengaruh pada perjalanan Aziez ke depan.

-    Ketika Aziez lulus SMAN 6 Surabaya, ia memcoba untuk mendaftar di Universitas Brawijaya, fakultas kedokteran (untuk memenuhi keinginan ibunya menjadi seorang dokter), tetapi ia juga mendaftar di ITS (elektro). Dasar Aziez anaknya pandai, ia diterima keduanya. Akan tetapi karena keinginan setelah lulus langsung bekerja dan juga faktor biaya yang terbatas,maka ITS lah yang dipilih untuk melanjutkan sekolahnya.
Aziez sangat beruntung hidup dalam sebuah keluarga yang walaupun sangat sederhana,tetapi menjadikan pendidikan sebagai prioritas kebutuhan yang harus dipenuhi, maka itu tergambar jelas ketika kuliah. Dalam pikirannya bagaimana ia cepat selesai dan bekerja untuk meringankan beban keluarga.

-    Ketika Aziez memasuki dunia kerjapun juga tidak pilih-pilih pekerjaan. Ia diterima pertama kali di sebuah perusahaan Metrodata yang bergerak di bidang penjualan computer merk Wang sebagai seorang salesmen. Aziez tidak canggung dan malu,karena karakternya sudah terbentuk sejak kecil,yaitu jangan memandang sesuatu dari aspek lahiriyah saja, Jalani dulu dan sambil belajar dan yang terpenting jalani pekerjaan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus ditunaikan dengan baik.
Seiring dengan perjalanan waktu,Aziez memang orangnya tidak ingin cepat puas dengan apa yang sudah diraih. Artinya bagaimana dalam hidupnya semangat berbagi,menyenangkan orang lain harus terus digelorakan. Hal ini ketika ia sudah bekerja menjadi pegawai dijalani sampai 14 tahun,maka ia memutuskan untuk membuat perusahaan sendiri. Dengan satu prinsip, ketika kita punya perusahaan sendiri, maka ruang berbagi,membantu orang yang membutuhkan semakin terbuka lebar. Karena prinsip Aziez dalam kehidupannya adalah,karena kita lahir dan besar dari rangkaian momen-momen pengabdian orang lain,maka wajar bila dalam diri kita tumbuh kerinduan untuk mengabdi-memberi-berbagi dengan sesama.

-    Aziez dalam membina keluarga pun juga  dapat menjadi inspirasi khususnya dalam hal mendidik anak-anaknya. Aziez sangat menekankan pentingnya pendidikan pada putranya. Tetapi bidang keahlian dan kompetensi yang ingin dikembangkan oleh anaknya Aziez tidak terlalu mengarahkan. Aziez hanya memberi gambaran, tindak lanjut dan persoalan yang akan dihadapi serta ketrampilan apa yang diperlukan di masa depan. Keputusannya tetap di tangan anaknya. Aziez berprinsip didiklah anak kita sesuai dengan zamannya.
Aziez merupakan pribadi yang suka mencoba petualangan baru,guna mendapatkan tantangan dan pelajaran dari petualangan tersebut. Karena menurut Aziez kehidupan itu adalah puzzle-puzzle yang masih berserakan. Berbahagialah kita yang mampu menyusun puzzle tersebut menjadi bingkai yang indah dengan harmoni.
Termasuk kegemaran berburu yang dilakukan bersama pamannya Ali Bahalwan dan Hilmi Bahalwan. Sudah berbagai hutan dikunjungi untuk berburu. Bukan Aziez kalau tidak berpikir mendalam dari setiap kegiatan yang diikuti. Dalam berburu pasti akrab dengan kata: SIAP ,BIDIK,TEMBAK. Dalam kehidupan nyata banyak orang yang telah mempersipkan diri dengan baik, menyempurnakan apa yang kurang,akan tetapi manakala waktunya action (menembak) banyak orang yang ragu dan bahkan tidak berani.  
Menurut Aziez kemampuan menembak harus terus diasah, agar tepat sasaran. Nah disini yang diperlukan adalah faktor pembiasan itu sangat penting. Segala sesuatu walaupun kita memiliki skill yang bagus, kalau tidak pernah dibiasakan/dilatih, maka skill yang kita miliki lambat laun akan menurun dan bahkan hilang .
Cita-cita Aziez Bahalwan adalah membut perusahaan yang terintegrasi satu dengan lainnya dengan Brand Bahalwan. Niatan tersebut lebih didasari untuk member manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.Memang semangat nasionalisme Aziez tidak diragukan lagi, walaupun ia sering berhubungan dengan perusahaan multi nasional, tetapi ia tetap cinta Indonesia. ( Salut untukmu, ziez).

Menurut Aziez agar impiannya itu menjadi kenyatan, maka ada tiga pesan yang perlu kita cermati , Bersikaplah prihatin, fokus dan bersungguh-sungguh dan jangan lupa berdoa.
Menurutku pesan tersebut sangat relevan sampai kapanpun. Artinya dalam memulai suatu aktifitas kita harus prihatin terlebih dahulu. Karena permulaan biasanya banyak persoalan yang menghadap apalagi kalau kita tidak cermat dalam mengatasinya, maka mimpi besar yang kita canangkan akan sirna. Nah, agar mimpi besar cepat terwujud, maka kita harus fokus dan sungguh-sungguh. Apapun yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, niscaya akan berhasil. Terakhir, sebagai hamba Allah jangan pernah melupakan dahsyadnya doa. Apapun yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari campur tangan Allah. Oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk berdoa.


Kalau saya lihat sepak terjang Aziez banyak berkecimpung dalam dunia ilmu pengetahuan yang salah satunya berbasis data. Menurut saya data menjadi penting bagi siap saja yang ingin memulai usaha, mengembangkan usaha dll. Aziez merupakan sebagian kecil dari orang keturunan Arab yang berpikir kebalikannya. Maksudnya banyak keturunan Arab yang mengabaikan data dalam memulai usaha, kebanyakan mengandalkan filing/kata hati. Mungkin kondisi masa lampau hal itu masih mungkin, akan tetapi sekarang sangat kecil kemungkinannya. Hampir semua sekarang bertumpuh pada data yang dibantu dan diolah oleh ahli statistik.

Disamping itu keluarga Aziez bahalwan juga sudah berpikir selangkah lebih maju di jamannya saat itu. Apa itu, Keluarga Bahalwan sangat mementingkan dokumen. Apapun kegiatannya/peristiwanya selalu didokumentasikan. Kelihatannya remeh. Akan tetapi peran dokumen sangat penting, sebagai sarana silaturahim antar keluarga.  
Pada akhirnya komentar saya tentang Aziez Bahalwan adalah,pribadi yang mendekati lengkap ( karena kelengkapan dan kesempurnaan hanya milik Allah ). Ia pribadi yang tidak hanya mementingkan dunia tetapi juga akhirat. Perjalanan hidupnya merupakan kumpulan dari puzzle yang kemudian terangkai dalam sebuah keluarga yang harmoni dan memberi ruang untuk berkembangnya pribadi yang utuh dan pada akhirnya lahir pribadi yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri dan keluarganya tetapi juga masyarakat sekitar di masa ia berada.

Dari komentar saya tentang Aziez Bahalwan ada beberapa kesimpulan yang dapat saya berikan, dengan satu harapan dapat menjai inspirasi bagi kita semua:
- Kehidupan dunia adalah misteri yang harus dipecahkan dengan bekal ilmu dan agama, agar perjalanan kedepan tetap berada pada jalur yang benar.
- Jangan pernah meremehkan yang kecil, karena bisa jadi yang kecil itu menjadi batu loncatan kita untuk sukses besar dikemudian hari
- Bergaullah dengan siapapun, tanpa membedakan ras dan golongan. Akan tetapi anda harus mampu menjaga diri dan hindari konflik dalam pergaulan.
- Apapun yang kita pilih dalam hidup, lakukan dengan sungguh-sungguh dan terus berinovasi guna penyempurnaan ke depan.
- Semangat pantang menyerah dan berbagi harus kita tanamkan sejak kecil, karena pada hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan dan pertolongan orang lain.
- Peran orang tua sngat sentral dalam kehidupan kita. Oleh karena itu perlakukanlah beliau dengan baik dan jangan sekali-kali menyakitinya.
- Berbicara dan bergeraklah dengan data akurat, agar faliditasnya terjamin dan untuk menghindari fitnah dan salah paham.

Kita boleh berikhtiyar sejauh mungkin, bergerak seluas mungkin, tetapi sebagai hamba yang bijak serahkanlah semuanya pada Allah SWT. Ingat Allah tahu apa yang terbaik untuk hambanya.
Demikian komentar saya. Saya tahu bahwa komentar saya belum dapat mencakup semua biografi Aziez, tetapi setidaknya,itulah yang saya tau tentang Aziez. Semoga bermanfaat dan Allah membimbing kita mengarungi kehidupan yang semakin kompetitif dengan petunjuk-Nya.

Foto kenangan Abdul Aziez Bahalwan dengan abanya (Ustadz Abdurraman bin Zein Bahalwan)

Kamis, 17 November 2016

ABANGKU, INSPIRASIKU

Oleh Washil Bahalwan



Helmy Gana (Kiri) berjabat tangan dengan Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di dalam sebuah acara silaturahim di Istana Negara.

Judul tersebut di atas,bagi penulis sangat tidak berlebihan. Hal ini disebabkan penulis merasakan betul kontribusi beliau ( Helmi Gana’ ) dalam kehidupan penulis. Banyak pelajaran yang telah diberikan kepada penulis, diantaranya adalah bagaimana cara berorganisasi,berbicara dengan orang lain,cara menyelesaikan permasalahan dan masih banyak pelajaran lainnya.  

Nah,sebagai salah satu wujud terima kasih dan apresiasi kepada beliau,maka penulis akan memaparkan sepak terjang beliau, baik dari sisi organisasi (Al-Irsyad maupun di luar Al-Irsyad). Tidak ada tendensi ataupun motif lain,kecuali menyebarkan  pengaruh positif beliau pada diri penulis khususnya dan pembaca pada umumnya, agar dapat dijadikan pelajaran bagi para junior dalam mengarungi kehidupan yang semakin terjal dan memerlukan bekal yang tidak sedikit.

Abdullah Helmi Gana’ adalah nama lengkap abangku. Beliau lahir di kota Pahlawan Surabaya tanggal 22 Juli 1945, anak dari Salim Gana’. Bang Helmi,demikian biasa kebanyakan orang memanggilnya,sedari kecil,remaja,dewasa dan tua waktunya dihabiskan untuk organisasi. Memang beliau paling suka berorganisasi. Sebab menurut beliau,dengan berorganisasi, kita akan berinteraksi dengan banyak orang yang beraneka ragam karakter,kepentingan dan latar belakang. Oleh karena itu dituntut untuk memahami,menyadari bahwa perbedaan pasti akan kita hadapi. Dan itulah salah satu nilai kehidupan yang nantinya kita jumpai dalam hidup bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

Berikut ini akan penulis paparkan sepak terjang beliau dalam organisasi/perhimpunan Al-Irsyad. Kiprah, beliau dimulai tahun 1963, ketika masuk menjadi anggota pemuda-pelajar Al-Irsyad Surabaya dan berlanjut  pada tahun 1971 menjadi wakil ketua Gerakan Pelajar Al-Irsyad Surabaya yang membidangi pendidikan dan dakwah. Disamping itu jama’ah paling suka dengan olah raga,maka dibentuklah perkumpulan olah raga (PO) pada tahun 1980, dengan susunan pengurus sebagai berikut : Penasehat Abbas Basymeleh, ketua Ahmad Okbah, sekretaris Helmi Gana’ dan koordinator Lutfi Attuwy. Bidang olah raga yang dikembangkan adalah Volly Ball, Tenis Meja dan Bulu Tangkis. Adapun salah satu tujuan diadakannya perkumpulan olah raga tersebut adalah untuk menjalin silaturrahim diantara anggota dan yang lebih penting dari itu adalah untuk mewadahi sekaligus mengembangkan bakat dan minat anggota , agar tidak terjerumus pada tindakan negatif.

Ketika Al-Irsyad punya gawe yaitu Muktamar ke 35 di Surabaya tahun 1990, beliau, menjadi salah satu panitia. Hampir bisa dipastikan dalam setiap gelaran kegiatan organisasi atau lainnya,beliau hampir pasti menjadi OC (Organization Comity). Dan kebetulan pada saat itu (muktamar Al-Irsyad ke 35), penulis juga menjadi panitia di bidang kesekretariatan. Mengapa demikian ? Karena bidang OC memerlukan orang yang kuat di bidang manajerial,berwawasan luas serta mempunyai relasi yang banyak serta jago dalam mediasi. Dan ternyata kualifikasi tersebut hampir ada pada diri beliau. Beberapa bidang yang menjadi cakupan kerja dari OC adalah akomodasi peserta,panitia, transportasi,konsumsi,perizinan,keamanan termasuk tamu VIP (negara). Dan menurut penulis, beliau merupakan sedikit dari jama’ah yang dapat diterima oleh masyarakat kebanyakan. Walaupun ada sedikit kendala dalam hal komunikasi,namun itu ditutup dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain, mengatur strategi serta kepandaian dalam membaca situasi berikut solusi yang akan ditawarkan.

Tidak berlebihan,secara berkelakar ada yang menjuluki beliau adalah kepala sukunya Al-Irsyad. Julukan tersebut tidak salah,karena hampir sebagian besar hidupnya dihabiskan hanya untuk Al-Irsyad (mungkin kalau dadanya dibelah ada gambarnya Al-Irsyad). Di jajaran Al-Irsyad wilayah Jawa Timur,beliau beberapa periode menjabat sebagai sekretaris wilayah dengan ketua PW yang berbeda mulai dari Jadid Lahji,Farouk Bajaber sampai dengan Cholid Aboud Bawazeer. Sahabat beliau yang boleh dikatakan sangat dekat adalah Cholid Aboud Bawazeer,Ahmad Bin Abdul Karim Attamimi,Jadid Lahji,Luluk Bahwal,Abdul Aziz Basyarahil dll.

Agar manfaat Al-Irsyad Surabaya lebih dirasakan oleh masyarakat sekitar, utamanya dalam bidang sosial dan ekonomi, maka Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Surabaya membentuk TIM KHUSUS dengan penasehat Ir. Abdul kadir Baraja dan Ustd. Mohammad Muhoddam. Sedang bagian layanan kesehatan dikoordinir oleh Prof. DR. Aziz Hubes dan Dr. Ahmad bakarman. Tim Khusus berdiri pada tanggal 1 Maret 1998 dan sekaligus media komunikasinya dibentuklah Info Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Pada awal berdirinya TIM KHUSUS adalah untuk menampung permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh Lajnah Sosial & Ekonomi,Lajnah Pemuda & Pelajar dan Lajnah Wanita & Putri serta memberdayakan layanan kesehatan. Beliau merupakan orang yang eksis dan perhatian betul terhadap keberlangsungan Tim Khusus. Boleh dikatakan eksistensi tim khusus sangat bergantung pada abangku yang satu ini. Ya,memang orangnya disamping mempunyai pengalaman dalam manajerial,juga kemampuan dalam tulis menulis. Jadi pas kalau beliau ditunjuk menjadi Pimpinan redaksi Majalah Info Al-Irsyad Al-Islamiyyah dan penulis sebagai penanggung jawabnya. Sambutan Irsyadiyyin sangat luar biasa terhadap keberadaan Majalah Info Al-irsyad Al-Islamiyyah, karena dianggap mampu menjadi jembatan komunikasi antar warga sekaligus untuk menyampaikan informasi kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing lajnah. Dan dalam perkembangannya,Majalah Info Al-Irsyad Al-Islamiyyah bukan hanya media komunikasi Al-Irsyad cabang Surabaya, tetapi sudah menjadi media komunikasi antar cabang di Wilayah Jawa Timur. Bahkan Pimpinan Pusat Al-Irsyad menjadikan Majalah Info Al-Irsyad Al-Islamiyyah sebagai mitra dalam mensosialisasikan program-program serta kegiatan PP ke seluruh PW dan PC Al-Irsyad se Indonesia. Hal itu semuanya tidak lepas dari tangan dingin beliau, yang telah mampu menjadikan Info Al-Irsyad dari yang tadinya hanya buletin dengan empat halaman sampai menjadi sebuah majalah dengan 20 halaman dan dicetak sebanyak 5000 eksemplar. 

Distribusi majalah info Al-Irsyad bukan hanya untuk konsumsi dalam negeri,akan tetapi juga Irsyadiyyin yang berada di luar negeri, diantaranya Saudi Arabia,saudara Tufik Bahmid,Sidney,saudara Usama Alamudi,Hollan,saudara Aziz Balbeid. Dan karena tujuan dari awal lahirnya majalah info adalah untuk memfasilitasi lajnah-lajnah dalam penggalangan dana untuk memutar kegiatannya,maka melalui info Al-Irsyad hal itu dapat dilakukan dan terjembatani dengan baik.Beliau memang orangnya sangat memperhatikan kemasan dan selalu taat pada aturan main (perfect). Pernah satu ketika penulis melihat majalah info yang akan dikirim melalui jasa pos ke berbagai pihak ,dikemas semenarik dan serapi mungkin. Trus penulis tanya,bang, kok rapi betul. Apa jawaban bang Helmi. “ Kita ini akan memancing ikan yang besar,maka umpannya harus juga baik dan berkualitas “ Pertama penulis belum paham apa maksud beliau. Setelah di jelaskan ,para pihak yang kita kirimi majalah dengan rapi dan menarik kemasannya,maka mereka akan membacanya dengan seksama dan akan memberikan donasi yang gede. Dan kalau itu terealisir,maka yang untung adalah Al-Irsyad,karena dananya untuk syiar Al-Irsyad melalui program kerja dari para lajnah.

Bahkan saat Milad Info yang ke 6 tahun 2003, diadakan berbagai kegiatan dengan tema sentral “PENDIDIKAN“. Berbagai kegiatan diadakan,diantaranya adalah Lomba penulisan ilmiah tingkat nasional, Seminar pendidikan tingkat Jawa Timur dan Pemberian penghargaan kepada tokoh peduli pendidikan. Untuk lomba karya ilmiah tingkat nasional ditujukan bagi para guru di sekolah Al-Irsyad seluruh Indonesia mulai dari jenjang TK-SD-SMP dan SMA. Dan berdasarkan penilaian dewan juri,maka terpilih sebagai pemenang adalah : Juara I, Deni Kurniawan As’ari. S.Pd. Guru SD Al-Irsyad Purwokerto dengan judul “Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar“. Juara II. E.Daeng Agus Hidayat,Guru SD Al-Irsyad Probolinggo, dengan judul “Penanaman Keimanan & Ketaqwaan/Imtaq Melalui Pembelajaran IPA/Fisika“. Dan sebagai juara III, Drs. Abdul Kholiq Zuhdi.Guru SD Al-Irsyad Surabaya, dengan judul “Sumber Daya manusia di Lingkungan Perguruan Al-Irsyad Surabaya“.

Selain lomba penulisan karya ilmiah, panitia juga mengadakan Seminar Pendidikan Tingkat Propinsi Jawa Timur. Hadir sebagai pembicara, Prof. DR. H.Munandir,MA (praktisi pendidikan dan Guru Besar Universitas Negeri Malang) dan Ir. Abdul Kadir Baraja (praktisi pendidikan tinggal di Surabaya). Seminar ini dihadiri oleh para guru Al-Irsyad di Jawa Timur,utusan sekolah sekitar dan lembaga-lembaga yang bergerak dibidang pendidikan. Dalam paparan materinya, Prof. Munandir mengatakan bahwa :
Antara orang tua,sekolah dan masyarakat memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan dan bahkan harus sinergi demi lahirnya anak yang berkarakter. Lebih lanjut Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) ini mengatakan,mendidik dan mengajar di sekolah menjadi tugas pokok guru,sedang  mengajarkan kebiasaan yang baik  bukan hanya tugas guru semata,akan tetapi orang tua sebagai pihak pertama dan utama juga tokoh masyarakat,tokoh agama.

Nara sumber lainnya, Ir.Abdul Kadir Baraja,seorang praktisi pendidikan lebih fokus mengupas peran ibu dalam kaitannya dengan ketrampilan berbahasa. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa, ibu memiliki peran penting dalam pendewasaan anak. Karena ibu memiliki waktu interaksi yang lebih lama dengan anaknya.Lebih baik lagi ketika ibu tidak cukup dengan ucapan,tetapi dengan contoh manakala mengajarkan sesuatu. Proses transfer akan lebih efektif bukan di sekolah ,tetapi di rumah. Untuk itu beliau menekankan pentingnya kualitas pertemuan dan perhatian keluarga di rumah. Ciptakan kondisi rumah yang nyaman bagi tumbuh kembangnya sikap positif dan pembiasaan yang baik pada anak.

Kegiatan ketiga yang diadakan dalam rangkaian milad Info ke 6 ini adalah pemberian penghargaan kepada para pihak yang peduli terhadap pendidikan. Seperti yang disampaikan oleh beliau yang kebetulan bertindak sebagai ketua panitia ini  mengatakan, bahwa latar belakang pemberian penghargaan ini adalah bahwa potensi Al-Irsyad tidak akan besar dan dirasakan manfaatkan oleh pihak lain, jika tidak ada kepedulian para pihak.Oleh karena itu memanfaatkan momen Milad Info Al-Irsyad yang ke 6 ini, panitia bermaksud mengapresiasi sepak terjang beliau dalam ikut serta mempercepat generasi muda berkualitas.

Dari beberapa nominasi yang dijaring oleh panitia dan setelah melakukan sidang dengan mempertimbangkan berbagai kriteria yang telah disepakati,maka diputuskan penghargaan pihak peduli pendidikan diberikan kepada :
        Tokoh Peduli Pendidikan : Cholid Aboud Bawazeer
        Wanita Peduli Pendidikan : Luluk Bahwal
        Pengusaha Peduli Pendidikan : Najib A.R. Bahasuan
Lembaga Peduli Pendidikan : Rumah sakit Al-Irsyad Surabaya
Disamping itu, masih di lingkungan Al-Irsyad, beliau juga menjadi koordinator pembangunan masjid Al-Irsyad di wilayah Jawa Timur. Sungguh mulia tugas yang diemban oleh beliau.

Aktif dan terlibat dalam organisasi pergerakan menjadi tantangan beliau untuk mengasah daya pikirnya. Maka mulai tahun 1963 masuklah abangku menjadi anggota PII (Pelajar Islam Indonesia). PII merupakan organisasi pergerakan yang pada saat itu sangat peduli dengan nasib bangsa dan sangat fokus dalam melahirkan kader yang militan,kritis,peduli pada keberlangsungan nasib bangsa, serta mempunyai komitmen yang tinggi terhadap Islam. Pada saat itu kita baru saja menjadi sebuah negara yang merdeka ,belum seluruhnya selesai urusan konsolidasi dan penyamaan persepsi terhadap idiologi Pancasila, maka sangat mungkin ada gejolak dari para pihak yang tidak sepaham dengan idiologi Pancasila salah satunya adalah PKI. Untuk itu PII beserta ormas Islam lainnya bersatu padu untuk menghalau komunis agar tidak menyebar dan menjadi kuat di Indonesia.  Dan beliau bersama eksponen lainnya sangat berperan dalam menghalau komunis khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Keterlibatan beliau dalam PII berlanjut sampai sekarang ,dengan terpilihnya sebagai Dewan Pertimbangan Wilayah Jawa Timur Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia ( PWKB.PII ) periode 2012 – 2016 dan berlanjut pada periode 2016-2020.


Helmy Gana (Kiri) dan Hamdan Zulfa (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi)

Petualangan berorganisasinya belum berhenti. Di kala era reformasi tahun 1998, ditandai dengan tumbangnya Orde Baru, maka berubahlah cara pandang terhadap kehidupan politik di negeri ini ( Indonesia ), dimana setiap individu bebas berekspresi termasuk dalam dunia politik asalkan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada. Maka bersama dengan Jadid Lahji,DR. Fuad Amsari.dan tokoh lainnya mendeklarasikan Partai Bulan Bintang ( PBB ) Jawa Timur. Tahapan baru mulai dijalani. Hampir setiap hari rapat dan rapat untuk konsolidasi organisasi,membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten-kota,kecamatan sampai dengan desa/kelurahan. Untungnya beliau sudah banyak makan asam garamnya berorganisasi. Jadi enjoi saja menjalaninya. Beberapa jabatan penting di PBB Jawa Timur berhasil diembannya yaitu periode 1998 – 2002 sebagai wakil sekretaris,2000 – 2005 sebagai wakil bendahara. Periode 2005-2010 sebagai bendahara dan periode 2010 – 2015 berlanjut pada periode 2015-2020 sebagai anggota MPW ( Majelis Pertimbangan Partai PBB Jawa Timur.

Tidak jarang dalam mengadakan kegiatan organisasi baik Al-Irsyad maupun lainnya,penulis sering di ajak dan terlibat langsung. Dan ternyata, itu memang salah satu cara beliau mengkader orang. Beliau ingin agar penulis melihat sendiri,menganalisa faktor pendukung dan penghambat dalam organisasi serta kira-kira solusi apa yang dapat diberikan. Dari seringnya mengikuti kegiatan organisasi beliau,maka penulis paham,bahwa hal penting yang harus disiapkan ketika kita masuk organisasi adalah perlu menyamakan persepsi,visi dan misi, serta yang tidak kalah pentingnya adalah kesadaran bahwa dengan kita berorganisasi,maka akan terlatih sikap kepekaan sosial,tidak ego,mementingkan kepentingan bersama dan masih banyak nilai-nilai positif lainnya yang itu sangat berguna untuk hidup mendatang. Dan nilai-nilai itu disadari betul sama penulis dan Alhamdulillah penulis tidak terlalu jauh hobinya dengan beliau yaitu senang berorganisasi. Kader lain selain penulis yang juga mendapatkan sentuhan tangan dingin dan gemblengan beliau adalah Antar Mahfud, Mohammad Hidayat, Fatkhul Qorib,Helmi Basyrewan,Zein Zubaidi,Fahmi ( Tomy ) Baya’sud dan masih banyak lainnya. Organisasi yang juga digeluti oleh beliau adalah Dewan Dakwah Islam Indonesia ( DDII ) suatu organisasi yang didirikan oleh Mohammad Natsir ( Mantan Perdana Menteri RI ). Sebuah organisasi Islam yang terus ingin berjuang agar Indonesia tidak keluar dari nilai-nilai keagamaan. Untuk di tingkat Jawa Timur,beliau duduk sebagai Biro organisasi dan pembinaan daerah periode 2007 – 2016.

Disamping itu ada beberapa hal unik,khas dan menarik dari beliau yang tidak lepas dari perhatian penulis. Yang unik,khas dan menarik tersebut diantaranya adalah :
Selalu memakai hem warna putih lengan pendek. Warna putih melambangkan kesucian dan ketulusan. Jadi diharapkan orang yang memakai warna tersebut dalam melakukan aktivitas didasari dengan ketulusan hati dan kesucian seraya menharap Ridho Allah SWT.
RT seumur hidup. Waktu beliau masih tinggal di Ampel Maghfur, jabatan RT dipegang oleh beliau sampai beberapa periode. Hal ini disebabkan karena warga lain tidak ada yang mau,juga cara kerjanya baik dan itu dirasakan betul oleh warga yang dipimpinnya. Termasuk pemberian papan peringatan dan himbauan dalam kampung. Salah satunya yang tergantung di jalan kampung berbunyi. “ ANDA SOPAN,KAMI SEGAN “. Kalimat sederhana dan singkat,tetapi memiliki makna yang sangat dalam.

Fotografer khusus untuk setiap acara. Dalam mengadakan kegiatan atau acara,pasti terdokumentasikan dengan baik. Beliau punya fotografer khusus,yaitu Mohammad Al-jufri yang tinggal di Kalimas Hilir dan Rifai ( Cak Pai )  yang tinggal di Ampel Rahmad.

Resep bersimbol huruf “ F ‘.Beliau juga memfasilitasi orang sakit dalam penebusan obat di apotik. Hal itu dilakukan resep yang dibawah oleh orang yang sakit dan diberikan kepada beliau kemudian ditanda tangani serta di bagian kanan atas diberi kode huruf “ F “. Saat itu penulis bertanya maksud huruf tersebut. Dan jawabannya, adalah obat dalam resep tersebut dapat diambil seluruhnya ( FULL ) dan balaz. Untuk melaksanakan kegiatan baik tersebut beliau dibantu oleh Said Bobsaid dan bekerjasama dengan apotik Dirgahayu milik Abdullah Bala’masy yang terletak di KHM.Mansyur Surabaya.

Sarung goyor merah tua. Kalau sudah malam,beliau paling senang memakai sarung goyor warna merah tua. Karena santai tidak formal  dan barangkali terinspirasi tempat tinggal ( wilayah Ampel kan wilayah religius ).

Becak transportasi favoritnya. Untuk keperluan mengantar dan pulang kegiatan di seputar ampel dan sekitarnya,beliau selalu menggunakan jasa becak. Sampai-sampai beliau punya becak khusus yang biasa mangkal di Ampel Maghfur,yaitu Pak Naem,Pak Burhan dan Pak Mat.

Raja kuliner. Julukan tersebut tidak terlalu salah. Dan bahkan baiknya,beliau sering mengajak orang lain untuk makan bersama-sama. Tempat dan makanan favoritnya adalah,nasi padang Bubutan Surabaya,tahu tek-tek pak Mahfud.Dinoyo Surabaya,soto Banjar bang Azar Mansyur ( sekarang pindah ke Botoputih ).

Makan dulu sebelum rapat dimulai. Langkah tersebut diambil,dengan pertimbangan tidak semua peserta rapat sudah makan dari rumah. Nah, agar jalannya rapat menjadi lancar dan pembahasannya fokus tidak bertele-tele, maka perut harus diisi terlebih dahulu. Sehingga setiap rapat yang diadakan tidak terlalu lama,karena fokus dalam pembahasan. Masuk akal juga pemikiran abangku ini.

Ngecapi sarong goyor. Pekerjaan ini dilakukan, ketika beliau bekerja dengan Pak Cholid Aboud Bawazeer. Sarong yang sudah jadi dan akan dikirim dicapi/diberi merek dulu. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan pak Solihan ( pak Han yang tinggal di Simo Sidomulyo Surabaya ).

Sikap merasa memiliki,dimana beliau bekerja. Beliau juga pernah bekerja di toko milik pak Cholid Aboud Bawazeer di sasak. Tanpa menunggu bos datang,beliau sudah datang dan membuka toko,dibersihkan dan disapu, agar kelihatan rapi. Sehingga pembeli akan merasa senang belanja di toko tersebut. Beliau tidak memposisikan sebagai pegawai,tetapi ikut merasa memiliki tempat usaha tersebut,sehingga beliau akan bekerja lebih maksimal dan sungguh-sungguh. Dan bahkan sekitar tahun 80-an,ketika usahanya Bos ( Cholid aboud Bawazeer ) d Pelabuhan perak Surabaya ada persoalan,maka dengan cepat beliau datang dan menyelesaikan persoalannya.

Juga menjadi Ta’mir Mushollah Ampel Maghfur. Ketika beliau masih tinggal di Ampel Maghfur,juga menjadi Ta’mir Mushollah Ampel Maghfur. Padahal saat itu waktunya terbatas,karena tersita untuk organisasi,sosial dan dakwah serta politik.

Menerima dan mendistribusikan zakat mal dari teman. Kegiatan ini hampir dilakukan oleh beliau ketika datangnya bulan Ramadhan. Zakat mal dari teman-temannya dikoordinir dan selanjutnya diberikan kepada mereka yang berhak dan kebetulan penulis juga menjadi salah satu tenaga pengantar zakat mal tersebut. Termasuk juga menanggung SPP beberapa anak binaan, diantaranya adalah Zaki bahfi dan Aziz Suid.

Rambutnya selalu rapi. Orangnya memang selalu tampil trendi,rapi dan menyenangkan. Untuk urusan rambut,tukang potongnya khusus yaitu yang ada di sebelah pintu masuk gerbang Ampel Maghfur, sekarang pindah ke Ampel Sawahan Surabaya.

Dikaruniahi 5 orang anak. Beliau menikah dengan kak Fatmah Bobsaid dan dikaruniahi 5 orang anak yaitu, Aisya,Zainab Afiah,mohammad Aiman,iffa hidayati dan Haidar. Anaknya dididik dengan ketulusan hati dan disiplin tinggi. Sehingga 4 dari 5 anaknya berhasil meraih gelar sarjana. Sekarang beliau tinggal di Ampel Sawahan Surabaya.

Perpustakaan mini. Ruang tamu rumah kebanyakan orang ,buvetnya dipenuhi barang pecah belah yang nilainya mahal. Akan tetapi ruang tamu beliau dimana buvetnya berisi kumpulan buku-buku yang tertata dengan rapi ( semacam perpustakaan mini ). Hal ini menunjukkan kepada pembaca,bahwa yang punya rumah sangat mementingkan terbukanya wawasan. Karena dengan luasnya wawasan,maka akan dengan mudah menghadapi dan menyelesaikan persoalan yang muncul.  Dan ketika penulis sering ke rumah beliau untuk urusan pekerjaan sering memanfaatkan perpuskaan tersebut untuk menambah wawasan.

Lauk krupuk campur sambal. Ketika masih prihatin,sering dalam makan,beliau hanya ditemani nasi putih dengan lauk krupuk dan sambal. Lahap sekali makannya. Dan kondisi ini menjadi salah satu titik balik beliau untuk bekerja lebih keras lagi.

Staff khusus sekretaris PW Al-Irsyad Jawa Timur.Untuk menunjang bidang kerja dari sekretaris PW Al-Irsyad jawa Timur,maka beliau memiliki staff khusus dengan tugas yang berbeda. Penulis kebagian bertugas mengetik surat-surat ataupun dokumen organisasi. Penulis masih ingat betul,dengan mesin ketik manual ( merk Brother ) yang terletak di atas buvet dan siap digunakan.Disamping itu ada juga Fakih Yahya dan cak Munir yang selalu siap mendukung kerja sekretaris ( mengantarkan surat atau tugas lain sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan ). Dan karena itu rumah beliau selalu ramai dengan para tamu baik yang urusan organisasi maupun,keluarga dan sahabat karib. Pukis hampir selalu menjadi hidangan para tamu yang datang dibarengi dengan menu lainnya ( maklum pukis khan buatan mertua sendiri,jadi sekalian promosi githu lho ).

Workshop ke Batam. Waktu itu penulis menjadi ketua Lanjah Sosial & Ekonomi PC.Al-Irsyad Surabaya dengan fasilitas dari Sekretaris PW.Al-Irsyad Jawa Timur ( Helmi Gana’ ) mendapat kesempatan mengikuti Workshop dan Lokakarya internasional tentang Wakaf dan Yayasan yang diadakan oleh International Institute Of Islamic Thought yang bekerjasama dengan Departemen Agama RI. ( Acara berlangsung di Batam dan diteruskan studi banding ke Singapura Januari 2002 ).

Rekom beliau untuk penulis. Sebenarnya penulis kenal dengan beliau sekitar Agustus 1987,saat itu penulis menjadi salah satu pemain Drum band Al-Irsyad. Perkenalan tersebut belum begitu dekat dan baru terjadi komunikasi intensif tahun 1989. Bahkan beliaulah orang yang merekomendasikan penulis untuk bekerja di PT. Delta Adi Guna,sebuah perusahaan milik Cholid Aboud Bawazeer.( penulis bekerja di PT. Delta Adi Guna mulai tanggal 2 Januari 1989 – sekarang ). Syokron abang.

Lega dan puas,saat laporan keuangan selesai. Salah satu tugas yang harus dengan segera diselesaikan adalah membuat laporan keuangan dari kegiatan yang telah diadakan. Ada perasaan puas,lega,ketika laporan keuangan sudah selesai dibuat. Dan ini ditiru oleh penulis. Kebetulan sekarang ini penulis juga aktif di Yayasan Al-Ihsan dan L-mas. Penulis selalu mengikuti alur kerja beliau ( termasuk tahapan-tahapannya ) dalam membuat laporan keuangan. Syukron abangku.

Ikut Moslem Student Fondations. Ketika ada undangan dari Moslem Student Fondations untuk pelatihan Manajemen dan keorganisasian di Masjid Al-Falah Surabaya selama 3 hari,maka PW Al-Irsyad Jawa Timur mengirim penulis dan Arif Nabhan ( Arif Kantil ) untuk mengikuti kegiatan tersebut tahun 1987. Manfaat yang dirasakan penulis sangat banyak diantaranya bagaimana mengatur waktu sedemikian rupa,memahami persoalan secara komprehensip dan masih banyak lainnya. Bertindak sebagai nara sumber,diantaranya,Ir. Abdul Kadir Baraja dan Nur Hidayat.

Mending susah dahulu,senang kemudian. Banyak saran-nasehat yang diberikan kepada penulis. Salah satunya adalah, “ Mending susah dikala mudah,tetapi senang di hari tua. jangan sampai terbalik “. Nasehat ini menginspirasi penulis untuk bekerja semaksimal mungkin,agar kelah di hari tua hidupnya senang dan barokah.

Politik menu spesialnya. Beliau termasuk sedikit jamaah yang aktif dan terlibat langsung dalam kegiatan politik praktis ( pernah menjadi pengurus PBB Wilayah jawa Timur ). Wawasan politiknya bagus dan termasuk ahli strategi dan mediasi apabila dalam menghadapi persoalan mengalami kebuntuan ). Mohammad Natsir yang mantan Perdana Menteri era Presiden Soekarno dan Prof. DR. Yusril Ihza mahendra.SH. ( ketua umum PBB dan juga mantan Menteri Sekretaris Negara era pemerintahan SBY-JK sekaligus Guru besar termuda di Indonesia dalam bidang Hukum Tata Negara ),merupakan sedikit orang yang sangat dikagumi dan diidolakan beliau.

Dari paparan di atas, mendekati lengkap kiprah beliau dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. Pengalaman yang lengkap dari sisi keagamaan,sosial,kemasyarakatan,keolahragaan dan juga politik. Sehingga dalam praktek kehidupan sehari-hari banyak yang penulis jadikan landasan,pedoman sekaligus inspirasi untuk menghadapi masa depan. Masih banyak sisi positif yang luput dari pengamatan penulis,akan tetapi minimal dari yang penulis tau dapat dijadikan contoh,tauladan bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.  


Helmy Gana (Kanan, mengenakan baju batik) dan KH. Yusuf Hasyim (Pak Ud)


Terimakasih ABANGKU. Penulis menjadi pribadi yang tangguh,ulet,kritis,mampu melihat persoalan secara proporsional ,tidak  ego,dan berusaha untuk menempatkan dan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dll adalah berkat sentuhan tangan dingin dan gemblengan abang yang dilakukan secara terus menerus. Omelan beliau pada penulis,saat ada pekerjaan yang tidak berkenan menjadi pelecut semangat untuk berbuat lebih baik lagi. Dan dari berbagai nilai-nilai tersebut oleh penulis, direnungkan untuk selanjutnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.  Alhamdulillah sampai saat ini penulis memegang teguh nilai-nilai tersebut. Sekali lagi syukron abangku. Semoga apa yang telah abang berikan pada penulis menjadi amal jariah dan hanya mengharap Ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga abangku diberi kesehatan,keluasan rizki dan umur panjang,karena masih banyak para junior yang membutuhkan sentuhan, bimbingan dan arahan abang . Syukron.


Washil Bahalwan (Penulis) dari kiri nomor 3
Helmy Gana dari kiri nomor 6 (Baju Putih)